Home

Ahok: Kalau Rusun Belum Beres, Yonathan Memang Harus Dipecat (Kompas.com)

Leave a comment

News / Megapolitan

Kamis, 4 September 2014 | 15:00 WIB
Kompas.com/Kurnia Sari Aziza Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama saat meresmikan kartu virtual account kepada penghuni Rusunawa Marunda, Jakarta Utara, Kamis (4/9/2014).

 

JAKARTA, KOMPAS.com —Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama mengatakan, masih banyak para pegawai negeri sipil (PNS) DKI yang melakukan praktik korupsi di rumah susun sederhana sewa (rusunawa). Padahal, menurut dia, rusunawa itu diperuntukkan bagi warga DKI kurang mampu yang tidak memiliki tempat tinggal serta warga korban relokasi.

“Saya tahu siapa saja saja pejabat yang korupsi, mereka yang bermain anggaran pakai oknum RT atau oknum satpam. Makanya, saya bilang, semua yang bermasalah ini harus dipecat. Kalau tidak bisa, berarti memang Yonathan (Kadis Perumahan DKI) yang harus dipecat,” ujar Basuki di Rusunawa Marunda, Jakarta Utara, Kamis (4/9/2014).Mendengar pernyataan itu, raut muka Yonathan tampak tegang dan terlihat masam. Ratusan penghuni Rusunawa Marunda yang mendengar ucapan Basuki soal pemecatan Yonathan justru bersorak-sorai. Mereka gembira dan bertepuk tangan.

“Pecat saja, Pak. Pecat Kepala Dinasnya tuh,” seru penghuni rusun.


Ikuti perkembangan berita ini dalam topik (klik/tap link dibawah ini):

Penulis    : Kurnia Sari Aziza
Editor     : Ana Shofiana Syatiri

Sumber: http://megapolitan.kompas.com/read/2014/09/04/15004061/Ahok.Kalau.Rusun.Belum.Beres.Yonathan.Memang.Harus.Dipecat?utm_campaign=related_left&utm_medium=bp&utm_source=news

Tindakan Tidak Aman Terhadap Ancaman Bahaya Kebakaran di Lavande

Leave a comment

Terdapat tindakan tidak aman terhadap ancaman bahaya kebakaran dan K3 (Kesehatan dan Keselamatan Kerja) di apartemen The Lavande Residences yang tidak dapat dibenarkan, seperti:

1. Selang hidran yang telah lama tidak terpasang yang sangat beresiko apabila terjadi kebakaran.

a Selang Hidran Tidak Ada 01

b Selang Hidran Tidak Ada 02
 
2. Hiasan cukup besar terpasang di fire sprinkler. Terdapat kemungkinan segelnya pecah apabila tertarik oleh hiasan ini.

Pasang Hiasan di Sprinkler Air Pemadam Api
 
3. Jendela monitor di ruang panel (panel room) yang ditutup kertas berwarna hitam.
Apabila alarm kebakaran berbunyi, penghuni/petugas didekat ruang panel akan kesulitan untuk segera mengetahui apa yang terjadi didalam ruang panel melalui jendela monitor. Sehingga tidak dapat segera melakukan tindakan pencegahan. Serta kunci ruang panel disimpan jauh dari area tersebut dan tentunya memakan waktu untuk membukanya.

Control Panel Ditutup Kertas Hitam 01

Control Panel Ditutup Kertas Hitam 02

Gaya Premanisme dengan Memblokir Akses Masuk Penghuni Lavande Ke Unit Miliknya Sendiri

Leave a comment

GAYA PREMANISME

 

Hari Jumat, 8 Agustus 2014

Pemblokiran Akses Masuk

Warga Pemilik dan Penghuni

The Lavande Residences

Ke Unit Miliknya Sendiri oleh

Pengelola dan P3SRS

Bentukan Developer.

Bukannya Memberikan Solusi,

Bisanya Hanya Memblokir

Akses Penghuni

 

HAK-HAK WARGA

PEMILIK DAN PENGHUNI

TELAH DIRAMPAS!!!

 

Kewajiban P3SRS dan Pengelola untuk

Transparan dalam Keuangan dan Kepengelolaan

Tidak Dijalankan Tapi Tidak Ada Sanksi Apapun.

Warga Menahan Pembayaran IPL Menuntut

Transparansi Keuangan dan Kepengelolaan malah

Diintimidasi dengan Memutuskan Aliran Listrik

dan Akses Ke Rumahnya Diblokir.

 

MASIH ADAKAH KEADILAN

DI NEGARA INI?

Surat Terbuka Untuk Ketua, Sekretaris dan Bendahara P3SRS Tentang Pernyataan Sikap Pemilik dan Penghuni Menuntut Pelaksanaan Rapat Umum Anggota Perhimpunan untuk Mempertanggungjawabkan Dana Warga Pemilik dan Penghuni Secara Jujur, Terbuka dan Transparan

Leave a comment

 

Lavande - Surat utk PPRS - Pernyataan Sikap - 23 Juli 2014 ver 03a_01 Lavande - Surat utk PPRS - Pernyataan Sikap - 23 Juli 2014 ver 03a_02

Surat Terbuka Untuk Ketua, Sekretaris dan Bendahara P3SRS The Lavande Residences 23 Juli 2014 C

 

TribunNews.com: Operasi Tangkap Tangan KPK. KPK Dikabarkan Turut Amankan Pihak Agung Podomoro

Leave a comment

Jumat, 18 Juli 2014 00:59 WIB
KPK Dikabarkan Turut Amankan Pihak Agung Podomoro
Juru bicara Komisi Pemberantas Korupsi (KPK) Johan Budi.
 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengamankan lima orang terkait operasi tangkap tangan di Karawang, Jawa Barat, Kamis (17/7/2014) malam. Kelimanya sudah dibawa ke kantor KPK.

Informasi yang dihimpun, pihak yang diamankan ada yang merupakan keluarga Bupati Karawang Ade Swara dan pihak swasta dari perusahaan perumahan ternama Agung Podomoro Land.

Kabar berkembang, praktek dugaan suap itu terkait izin alih fungsi lahan di wilayah Karawang. Izin alih fungsi lahan tersebut terkait dengan rencana pembangunan sebuah perumahan mewah.

Dikonfirmasi, Juru Bicara KPK, membenarkan penangkapan lima orang tersebut di Karawang, Jawa Barat. Namun, ia belum dapat memastikan siapa pihak swasta yang diamankan pihaknya itu. Begitu juga terkait soal pihak perusahaan perumahan ternama Agung Podomoro Land.

“Belum dapat disampaikan lebih rinci, saat ini masih dilakukan pemeriksaan. Termasuk identitas para pihak yang diamankan,” kata Johan Budi di kantornya, Jakarta, Jumat dinihari.

Menurut Johan, pihaknya memiliki waktu 1X24 jam guna melakukan pemeriksaan terhadap para pihak yang turut diamankan.

Sumber: http://www.tribunnews.com/nasional/2014/07/18/kpk-dikabarkan-turut-amankan-pihak-agung-podomoro

Liputan6.com: KPK Juga Tangkap Bos Properti Aking Saputra di Karawang

Leave a comment

  • Peristiwa
  • 18 Jul 2014 05:30

(Liputan6.com/M.Iqbal)

Liputan6.com, Karawang - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengamankan 5 orang yang diduga sedang melakukan tindak pidana korupsi terkait suap perizinan tanah yang akan dijadikan perumahan mewah di kawasan Karawang, Jawa Barat pada Kamis 17 Juli 2014.Selain Nurlatifah yang merupakan istri Bupati Karawang Ade Swara dan Lurah Cilamaya bernama Nana, penyidik juga turut mengamankan Chief Executive officer (CEO) PT Pesona Gerbang Karawang bernama Aking Saputra.

Pantauan Liputan6.com, Jumat (18/7/2014) dini hari, saat dibawa penyidik ke Gedung KPK, Aking Saputra yang ditangkap di salah satu pusat perbelanjaan di Karawang ini tampak pasrah. Aking yang mengenakan jaket hitam ini bahkan masih tampak tegar saat menaiki lift ke ruang pemeriksaan di Gedung KPK.

Sejauh ini, Aking diduga sebagai pihak swasta yang menyuap penyelenggara negara. Dalam hal ini Bupati Karawang Ade Swara guna memperoleh izin proyek pembangunan perumahan mewah yang akan dilakukan oleh PT Pesona Gerbang Karawang atau anak perusahaan pengembang properti  PT Agung Podomoro Land (APL).

Saat dikonfirmasi mengenai hal ini, Juru Bicara KPK Johan Budi tidak membantahnya. Johan juga menjelaskan perkara ini terkait perizinan tanah di wilayah itu.

“Informasinya terkait perizinan tanah di sana,” kata Johan Budi.

Namun, lanjut Johan, kelima orang yang ditangkap tersebut hingga kini masih berstatus sebagai terperiksa. “Mereka masih diperiksa. Setelah itu baru ditentukan (statusnya),” pungkas Johan Budi.

PT Pesona Gerbang Karawang juga diketahui sedang gencar dalam bisnis properti di Karawang. Daerah ini menjadi pilihan utama di daerah industri dibandingkan kawasan lain seperti, Tangerang, Bogor, dan Cikarang. Infrastruktur penunjang seperti jalan dan air bersih cukup terjamin mengingat berdekatan

(Rizki Gunawan)

Sumber: http://news.liputan6.com/read/2079602/kpk-juga-tangkap-bos-properti-aking-saputra-di-karawang

Gatra.com: KPK Juga Tangkap Bupati Karawang?

Leave a comment

Created on Friday, 18 July 2014 16:47

Jakarta, GATRAnews – Setelah pada pukul 00.00 WIB petugas Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menggelandang 5 orang yang diduga terkait kasus korupsi pejabat di Kabupaten Karawang, Jawa Barat, mereka kembali membawa beberapa orang ke kantor KPK sekitar pukul 02.30 WIB, Jumat (18/7).

Berdasarkan informasi yang dihimpun GATRAnews, sekitar tiga orang yang digelandang ke KPK pada Jumat subuh itu disebut-sebut terdapat Bupati Karawang Ade Swara. “(Bupati Karawang) sudah (diamankan),” kata seorang sumber yang enggan disebutkan namanya, Jumat (18/7).

Dengan demikian, diperkirakan sudah ada 8 orang yang saat ini telah diamankan petugas KPK. Namun demikian, sampai saat ini KPK belum memberikan konfirmasi resmi terkait penangkapan 3 orang lainnya yang salah seorangnya disebut-sebut sebagai bupati Karawang itu.

Juru Bicara KPK, Johan Budi SP, belum bersedia memberikan keterangan ketika dikonfirmasi.

KPK kini punya waktu 1×24 jam sejak pengamanan apakah terjadi dugaan tindak pidana korupsi dalam operasi tangkap tangan itu. Sampai saat ini, 8 orang itu masih berstatus terperiksa.

Sebelumnya, KPK mengamankan sejumlah orang yang diduga sedang melakukan tindak pidana korupsi berupa suap terkait perizinan lahan yang akan dijadikan perumahan mewah di kawasan Karawang, Jawa Barat, Kamis sore (17/7).

Berdasar informasi yang dihimpun, di antara mereka yang diamankan adalah Nurlatifah, istri Bupati Ade Swara, Lurah Cilamaya Nana, dan Chief Executive officer (CEO) PT Pesona Gerbang Karawang Aking Saputra.

PT Pesona Gerbang Karawang diketahui merupakan anak perusahaan dari PT Agung Podomoro Land, perusahaan properti yang berada di bawah naungan PT Agung Podomoro Group. PT Pesona Gerbang Karawang saat ini juga diketahui sedang gencar dalam mengembangkan bisnis properti di daerah Karawang. Kawasan industri ini menjadi pilihan utama dibandingkan kawasan industri lain seperti Tangerang, Bogor, dan Cikarang. Infrastruktur penunjang seperti jalan dan air bersih cukup terjamin di wilayah Karawang.

Juru Bicara KPK Johan Budi SP dalam konferensi persnya mengatakan, pihaknya juga turut mengamankan sejumlah uang dalam bentuk dollar Amerika. Belum diketahui pasti jumlah uang yang diamankan oitu. Namun diperkirakan uang tersebut mencapai miliaran rupiah. Adapun orang-orang dan uang tersebut diamankan di 2 tempat berbeda. Pertama di rumah Bupati Karawang serta di sebuah pusat perbelanjaan di Karawang.

Penulis: Iwan Sutiawan
Editor: Tian Arief

Sumber: http://www.gatra.com/hukum-1/57209-kpk-juga-tangkap-bupati-karawang.html

Older Entries

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 25 other followers