Home

MELAWAN LUPA: PEMILIHAN PPPSRS PENUH DENGAN ‘TRIK’ (SMESCO, 16 MEI 2012)

Leave a comment

Dalam artikel ini kembali diposting ulang peristiwa pemilihan Pengurus P3SRS yang penuh dengan rekayasa negatif hampir 3 (tiga) tahun yang lalu, yaitu pada tanggal 16 Mei 2012 di gedung Smesco. Rapat Umum warga Pemilik dan Penghuni yang di-rekayasa negatif ini tidak boleh terulang lagi di The Lavande Residences. Mari kita pastikan Rapat Umum yang akan dilaksanakan diawal tahun 2015 nanti dikawal ketat pelaksanaannya oleh seluruh warga murni The Lavande Residences.

*********************************

Telah terjadi di The Lavande Residences (Smesco, 16 Mei 2012)

Rapat Umum yang diadakan di Gedung Smesco Indonesia lantai 4 Ruang Serbaguna Nareswara Jl. Gatot Subroto Kav. 94 Jakarta Selatan seperti undangan dalam link ini (klik disini) undangan rapat umum 16 Mei 2012 pukul 16:00 – 20:00 dimaksudkan untuk membentuk suatu perhimpunan yang akan menentukan anggaran dasar belanja Apartement The Lavande Residences. Namun Rapat tersebut sudah di kontrol, disetir, bahkan dikuasai oleh suatu kelompok orang dari Developer.

Kejanggalan yang terjadi adalah:

1. Peserta rapat banyak dihadiri oleh orang yang hanya merupakan suruhan atau bayaran untuk mengambil suara dalam Pemilihan PPRSRS. Orang- orang tersebut memakai name tag yang mewakili unit-unit apartemen dengan surat kuasa (secara refleks penjaga didepan meminta surat kuasa, padahal kami adalah penghuni/pemilik langsung. Berarti banyak dari mereka masuk dengan surat kuasa yang entah bagaimana cara mendapatkannya). Jumlah mereka mempunyai persentase yang lebih besar dari pada orang yang merupakan pemilik/penghuni yang memiliki unit apartemen langsung, lebih dari setengah yang hadir saat itu. Hal ini kami rasakan waktu memasuki ruangan rapat. Kami datang 1 jam sebelum waktu rapat dimulai (walau kenyataannya rapat diundur hingga lebih dari 1 jam), di empat baris di depan telah diisi oleh orang-orang yang terlihat telah akrab diantara mereka, tetapi beberapa penghuni generasi pertama tinggal di The Lavande Residences mengatakan tidak pernah bertemu muka dengan mereka semua. Bahkan ada diantara mereka yang berteriak sinis terhadap penghuni yang cukup terkenal di lingkungan The Lavande Residences (beliau sebagai ketua serikat pekerja perbankan di Indonesia). Cukup janggal bagi kami apabila mereka berteriak tidak sopan terhadap penghuni senior yang telah kami kenal sangat baik. Menurut logika kami tidak mungkin penghuni asli yang tinggal di Lavande akan melakukan ini. Kalaupun memberikan kuasa tentunya tidak akan ke orang-orang seperti itu.

Telah jelas peserta rapat yang tidak kami kenali tersebut tidak akan mewakili kepentingan penghuni. Berikut adalah foto suasana pertama kali kami memasuki ruangan rapat yang disambut dengan musik yang sangat keras sehingga kami kesulitan apabila ingin berbicara dengan teman-teman kami. Akhirnya lokasi tempat duduk terbagi dua antara penghuni/pemilik asli The Lavande Residences dan penghuni “instan” yang merupakan wakil dari developer. Dan tentunya penghuni “instan” ini jauh lebih banyak daripada penghuni/pemilik asli unit The Lavande Residences.

2. Sebelum rapat ini diadakan, Pengelola Sementara Apartemen tersebut telah membagikan surat kuasa pemilihan PPRSRS. Surat kuasa ini dapat disalahgunakan apabila tanpa nama orang yang dikuasakan dan para pemilik ataupun penghuni dipaksa untuk menandatangani surat tersebut. Hal ini telah terjadi terhadap tetangga kami sesama penghuni The Lavande Residences.

3. Terdapat kejadian kehadiran penghuni / pemilik yang kami kenal baik mendapatkan masalah sewaktu akan memasuki ruangan rapat umum. Dengan alur yang dibuat rumit dan suasana mencekam (penuh dengan security yang seakan-akan peserta rapat semuanya akan melakukan kejahatan). Penghuni tersebut dilarang masuk dengan cara meng-intimidasi dengan meminta mereka untuk memasuki ruangan khusus yang telah mereka sediakan. Tentu saja kami tidak tinggal diam. Dengan permasalahan yang tidak pokok dan bagi kami pemilihan ketua PPPSRS ini setara dengan pemilihan ketua RT/RW ini, sampai-sampai penghuni yang sesungguhnya tidak diijinkan masuk adalah sangat keterlaluan.  Memang pada akhirnya kami dapat memasuki ruangan tetapi dengan cara kekerasan. Ini yang sangat kami sayangkan. Sepertinya terdapat perlakuan khusus bagi penghuni yang cukup vokal membela hak-haknya. Sebenarnya para penghuni yang datang ini adalah untuk membela kepentingan mereka sendiri atas hak-hak yang mereka miliki sendiri. Mengapa harus dipersulit?

Berikut adalah alur registrasi yang dibuat sedemikian rumitnya. Bagi kami rapat umum ini setara dengan rapat pemilihan RT/RW yang seharusnya tidak perlu dibuat serumit dan semencekam seperti saat itu.


4. Calon-calon ketua PPPSRS tidak diketahui sampai pada saat detik – detik pemilihan tersebut diadakan, bahkan waktu yang diberikan pada pemilik/penghuni untuk mengajukan calon-calonnya hanya ada beberapa menit saja. Sedangkan dari pihak developer sudah menyiapkan calon-calon dari mereka sendiri jauh hari sebelumnya tanpa sepengetahuan kita.

Gambar berikut adalah pembukaan rapat umum yang banyak dipertanyakan dan ditentang oleh para penghuni asli The Lavande Residence.  Tetapi semua proses ini seperti didukung bulat-bulat oleh penghuni “instan”. Karena skenarionya memang sudah direncanakan jauh-jauh hari sebelumnya.

5. Pada saat penentuan calon ketua, bendahara dan sekretaris PPPSRS, para pemilik / penghuni hanya mempunyai waktu yang sangat singkat untuk memilih calon-calon yang ada. Terbagi menjadi 3 paket kandidat. Sedangkan profile, misi dan visi kerja para calon hanya dari penghuni asli yang cukup jelas. Kandidat dari developer bahkan tidak menyampaikan visi dan misinya. Bisa dibayangkan apabila visi dan misi yang diinginkan oleh penghuni dapat diakomodir oleh pihak developer tentunya tidak perlu terjadi  pemilihan PPPSRS yang penuh dengan trik ini.

6. Hasil dari pemilihan tersebut memang dimenangkan oleh calon dari developer dengan perolehan yang cukup jauh lebih dari 76 % (developer memiliki software yang memang telah dirancang untuk kegiatan perhitungan suara seperti ini). Logikanya apabila peserta rapat adalah benar-benar penghuni tentunya akan memilih kandidat yang lebih banyak dikenal dilingkungannya. Apalagi banyak dari peserta memegang surat kuasa yang tentunya tidak setiap hari berada di lingkungan apartemen. Tetapi calon dari developer yang untuk pertama kalinya kami bertemu dapat memenangkan suara dengan perbandingan yang sangat signifikan.

7. Semuanya berlangsung begitu cepat seperti sudah dipersiapkan jauh-jauh hari sebelumnya. Pimpinan Rapat (ketua PPPSRS baru yang dipilih oleh developer) hanya membacakan hasil-hasil rapat yang sebenarnya sudah mereka persiapkan jauh hari sebelumnya. Setiap saran atau excuse yang muncul pada saat rapat diabaikan, semua alasannya waktu yang sedikit, notaris mengatakan sah, pimpinan rapat mengatakan sah. Pemilik / penghuni tidak dianggap dalam rapat tersebut. Jadi buat apa pemilik / penghuni menghadiri rapat tersebut hanya untuk mendengarkan saja, tetapi tidak boleh bersuara. Padahal namanya rapat seharusnya mendengarkan, memikirkan pendapat dari peserta rapat; bukan pesertanya yang disuruh mendengarkan saja!

8. Tidak ada wartawan yang diundang meliput acara tersebut, bahkan peserta tidak diperbolehkan membawa perekam, kamera dan sebagainya.

Suatu panggung sandiwara yang sangat kasar, “Aneh tapi Nyata” oleh segelintir orang yang mempunyai uang untuk membeli kuasa telah terjadi lagi di dunia rumah susun Indonesia.

Kami dari para pemilik / penghuni sudah memiliki komunitas yang sudah menyadari akan hal ini dan memiliki cara tersendiri untuk menghadapi PPPSRS yang tidak berpihak kepada penghuni.

Sumber: http://thelavanderesidences.com/2012/05/18/pemilihan-pppsrs-penuh-dengan-trik/

Bagaimanakah Penyediaan Listrik Rumah Susun Diatur oleh UU RI No 30 Tahun 2009 tentang Ketenagalistrikan

Leave a comment

Bagaimanakah seharusnya penyediaan listrik di Lavande diatur agar sesuai dengan Undang-undang Republik Indonesia Nomor 30 Tahun 2009 Tentang Ketenagalistrikan? Berikut ini adalah ketentuannya:

BAB XV KETENTUAN PIDANA

Pasal 49
(1) Setiap orang yang melakukan usaha penyediaan tenaga listrik untuk kepentingan umum tanpa izin sebagaimana dimaksud dalam Pasal 19 ayat (2) dipidana dengan pidana penjara paling lama 3 (tiga) tahun dan denda paling banyak Rp. 2.000.000.000,00 (dua miliar rupiah)
(2) Setiap orang yang melakukan usaha penyediaan tenaga listrik tanpa izin operasi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 22 dipidana dengan pidana penjara paling lama 5 (lima) tahun dan denda paling banyakk Rp. 4.000.000.000,00 (empat miliar rupiah).
(3) Setiap orang yang menjual kelebihan tenaga listrik untuk dimanfaatkan bagi kepentingan umum tanpa persetujuan dari Pemerintah atau pemerintah daerah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 23 ayat (3) dipidana dengan pidana penjara paling lama 2 (dua) tahun dan denda paling banyak Rp. 2.000.000.000,00 (dua miliar rupiah).

Pasal 55
(1) Dalam hal tindak pidana sebagaimana dimaksud dalam Pasal 49 sampai dengan Pasal 54 dilakukan oleh badan usaha, pidana dikenakan terhadap badan usaha dan/atau pengurusnya.
(2) Dalam hal pidana sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dikenakan terhadap badan usaha, pidana yang dikenakan berupa denda maksimal ditambah sepertiganya.

Bagaimanakah penerapan pengadaan listrik di Lavande, apakah tidak menyalahi Pasal 49 ayat 3 ini? Apakah tarif listrik di Lavande telah mengikuti tarif listrik Pemerintah?

Untuk lebih detailnya silakan dibaca atau dipelajari Undang-undang Republik Indonesia Nomor 30 Tahun 2009 Tentang Ketenagalistrikan yang dapat diunduh dari sini (klik/tap): UU NO 30 2009 Tentang Ketenagalistrikan

Peresmian Ruang Bermain “la FUN day” Hasil Swadaya Warga Pemilik & Penghuni Lavande

Leave a comment

Grand Opening Ruang Bermain “la FUN day” oleh Warga Lavande

Setelah dilaksanakan Soft Opening Ruang Bermain yang bertepatan dengan hari Pahlawan, 10 November 2014 lalu, Ruang Bermain “la FUN day” dibuka secara resmi oleh Bapak H. Lukman Idrisalman (Pengawas I) dan Bapak Dedy I. Arruanpitu (Pengawas II) pada hari Sabtu, 22 November 2014 pada pukul 10:00 pagi . Hanya kedua Pengurus tersebut yang merupakan perwakilan Warga Pemilik dan Penghuni The Lavande Residences (“TLR”) Murni hadir pada peresmian tersebut.

Ruangan Bermain ini terwujud berkat partisipasi Warga Pemilik dan Penghuni mulai dari desain awal, pendanaan, proses pengerjaan, tahap penyelesaian hingga pengelolaan. Pada awalnya ruangan tersebut ditempati oleh staf Legal dan marketing PT Agung Podomoro Land (“APL”) sejak awal bangunan Lavande diselesaikan. Dengan adanya fakta bahwa ruangan tersebut peruntukannya sebagai Ruang Bermain berdasarkan denah Pertelaan TLR, di sekitar pertengahan tahun 2014 Warga meminta pihak Pengelola agar ruangan ini dipergunakan sebagaimana seharusnya. Pada saat itu ruangan masih dalam kondisi disewakan oleh pihak Pengelola kepada tim Legal dan Marketing APL. Kemudian Warga menegaskan bahwa Ruangan Bersama tidak dapat dialihfungsikan tanpa musyawarah dengan seluruh Warga Pemilik dan Penghuni. Akhirnya pihak Pengelola bersedia mengosongkan ruangan tersebut, namun pihak Pengelola menyatakan tidak memiliki budget untuk merenovasi ruangan ini menjadi ruang bermain. Berdasarkan pernyataan tersebut, maka warga Pemilik dan Penghuni memutuskan untuk menghimpun dana warga secara gotong-royong guna mewujudkan Ruang Bermain ini. Perlahan tapi pasti dana mulai terkumpul sejak awal Agustus 2014 dan pada akhirnya terhimpunlah dana senilai Rp. 25.545.670,-. Selain itu terdapat sumbangan dari Warga berbentuk mainan, hiasan dinding, asesoris ruangan, perlengkapan administrasi, peralatan rumah tangga, dll untuk mengisi ruangan bermain ini. Kemudian untuk keperluan renovasi telah dikeluarkan dana senilai Rp. 25.545.670,- dari sekitar 50 Warga Pemilik dan Penghuni The Lavande Residences, baik dari Tower A, B dan C. Detail pengeluaran dapat dilihat di laporan di bawah ini.

Kemudian kepengelolaan Ruang Bermain ini akan dilakukan oleh Warga Pemilik dan Penghuni TLR secara transparan dan bertanggung jawab mengingat ruangan ini merupakan hasil swadaya Warga dan peruntukannya adalah dapat dipakai untuk seluruh Warga The Lavande Residences sebagai fasilitas dan area bersama Warga TLR.

a Grand Opening Ruang Bermain la FUN day 22 - 11 - 14

b Grand Opening Ruang Bermain la FUN day 22 - 11 - 14 d Grand Opening Ruang Bermain la FUN day 22 - 11 - 14 e Grand Opening Ruang Bermain la FUN day 22 - 11 - 14 f Grand Opening Ruang Bermain la FUN day 22 - 11 - 14 ff Grand Opening Ruang Bermain la FUN day 22 - 11 - 14

 
Berikut adalah penggunaan dana untuk renovasi Ruang Bermain hingga menjadi seperti sekarang ini:
Penggunaan Dana Ruang Bermain la FUN day per 22 November 2014
 

Fasilitas ruang bermain dapat dilihat dibawah ini:
g Fasilitas Ruang Bermain la FUN day h Fasilitas Ruang Bermain la FUN day hh Fasilitas Ruang Bermain la FUN day i Fasilitas Ruang Bermain la FUN day k Fasilitas Ruang Bermain la FUN day l Fasilitas Ruang Bermain la FUN day m Fasilitas Ruang Bermain la FUN day

 

la FUN day logo

Jangan Sampai Ada Budaya Gratifikasi/Suap di The Lavande Residences

Leave a comment

gratifikasi - kpk 01
gratifikasi - kpk 02
gratifikasi - kpk 03
gratifikasi - kpk 04
gratifikasi - kpk 05

 
Download materi lengkap mengenai gratifikasi dari KPK disini (klik/tap) : Materi KPK – GRATIFIKASI

 
Sumber: http://www.kpk.go.id/gratifikasi/

Soft Opening Ruang Bermain LaFUNday The Lavande Residences di Hari Pahlawan

Leave a comment

Pada Hari Pahlawan, 10 November 2014 telah dilakukan pembukaan (soft opening) Ruang Bermain yang diberi nama LaFUNday. Ruang Bermain LaFUNday ini terletak di lobi Tower B The Lavande Residences. Area bermain ini dibangun, disediakan dan dikelola secara murni oleh warga Pemilik dan Penghuni The Lavande Residences, Dari Warga, Oleh Warga, Untuk Warga. Area ini terdiri dari area bermain, perpustakaan, discovery, dan lain-lain yang disesuaikan dengan kebutuhan anak-anak pada umumnya.

LaFUNday fasilitas
 
Ruang Bermain ini seluruhnya menggunakan lampu LED sehingga penggunaan listrik menjadi lebih hemat:
LaFUNday Lampu LED
 
Dengan berjalannya waktu, ruang bermain ini akan terus dilengkapi dengan berbagai fasilitas sehingga dapat memberikan lebih banyak manfaat bagi warga terutama untuk adik-adik di The Lavande Residences.

LaFUNday permainan anak
 
LaFUNday Ruang Bermain Anak
 
Untuk kepentingan keamanan telah disediakan CCTV di beberapa titik yang berbeda.
LaFUNday CCTV

Pastikan Perhitungan Pemakaian Listrik Unit Anda Benar

Leave a comment

Untuk memastikan pemakaian listrik di unit kita agar sesuai dengan standard pemakaian peralatan listrik, kita dapat melakukan pemasangan kWh meter alternatif di unit kita. Tentunya kWh meter listrik yang dipasang harus sesuai dengan standard Balai Standardisasi Metrologi Legal (BSML), info lebih lengkap dapat dilihat di sini (klik/tap): http://ditjenspk.kemendag.go.id/id/direktorat-metrologi.

Kemudian apabila perhitungan kWh meter oleh pengelola yang diambil dari kWh meter di ruang panel, jumlah pemakaian kWh tidak sesuai dengan kWh yang telah terpasang di unit kita, berarti kWh meter listrik di ruang panel bermasalah dan diperlukan pergantian unit kWh meter listrik tersebut. Selain itu juga perlu diperhitungkan selisih kWh meter yang diakibatkan tidak standardnya kWh meter di ruang panel.
 
kWh Meter di Unit The Lavande Residences

Surat Pembaca Koran Tempo 14 Oktober 2014: The Lavande Residences

Leave a comment

Telah dimuat surat pembaca dari warga The Lavande Residences di harian Koran Tempo hari Selasa, 14 Oktober 2014 pada halaman 15 dengan isi sebagai berikut:
 
Surat dan Pendapat

The Lavande Residences
 
Saya penyewa unit apartemen di The Lavande Residences Jakarta sejak April 2014. Dari awal saya menempati unit, saya telah dirugikan oleh Pihak Pengelola (PT Prima Buana Internusa, anak perusahaan Agung Podomoro) dengan membebankan nilai tagihan air yang tidak sesuai dengan pemakaian serta memasang meteran air yang tidak layak pakai (dibuktikan dengan hasil pengujian di Balai Metrologi Legal Jakarta).

Selain itu, tarif listrik ditentukan secara sepihak oleh badan pengelola tanpa persetujuan warga pemilik dan penghuni yang nilainya lebih tinggi daripada tarif yang ditetapkan pemerintah. Saat diminta dasar penghitungan tarif yang di mark-up tersebut, pihak badan pengelola tidak dapat memberi penjelasan dari mana angka tarif tersebut didapat.

Kepada seluruh warga apartemen, waspadai tagihan listrik dan air Anda sebelum membayar.

Nama dan alamat di meja redaksi

 
Berikut adalah hasil scan surat pembaca dari Koran Tempo tersebut:

Surat Pembaca - The Lavande Residences - Koran Tempo 14 Oktober 2014 - Pendapat

Older Entries

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 25 other followers