Home

Change.org: Menuntut transparansi penjelasan tarif listrik di Apartemen The Lavande Residences yang di-mark up dan lebih tinggi dari tarif PLN

Leave a comment

Petisi menuntut transparansi penjelasan tarif listrik di Apartemen The Lavande Residences yang di-mark up dan lebih tinggi dari tarif PLN serta menghentikan intimidasi terhadap unit warga The Lavande Residences dalam bentuk pemutusan aliran air dan listrik

Change.org

Mohon untuk menandatangani petisi ini dengan meng-klik/tap di link ini:

Karena berdasarkan Undang-undang Republik Indonesia Nomor 30 Tahun 2009 Tentang Ketenagalistrikan:
Pasal 49
(1) Setiap orang yang melakukan usaha penyediaan tenaga listrik untuk kepentingan umum tanpa izin sebagaimana dimaksud dalam Pasal 19 ayat (2) dipidana dengan pidana penjara paling lama 3 (tiga) tahun dan denda paling banyak Rp. 2.000.000.000,00 (dua miliar rupiah)
(2) Setiap orang yang melakukan usaha penyediaan tenaga listrik tanpa izin operasi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 22 dipidana dengan pidana penjara paling lama 5 (lima) tahun dan denda paling banyakk Rp. 4.000.000.000,00 (empat miliar rupiah).
(3) Setiap orang yang menjual kelebihan tenaga listrik untuk dimanfaatkan bagi kepentingan umum tanpa persetujuan dari Pemerintah atau pemerintah daerah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 23 ayat (3) dipidana dengan pidana penjara paling lama 2 (dua) tahun dan denda paling banyak Rp. 2.000.000.000,00 (dua miliar rupiah).
Pasal 55
(1) Dalam hal tindak pidana sebagaimana dimaksud dalam Pasal 49 sampai dengan Pasal 54 dilakukan oleh badan usaha, pidana dikenakan terhadap badan usaha dan/atau pengurusnya.
(2) Dalam hal pidana sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dikenakan terhadap badan usaha, pidana yang dikenakan berupa denda maksimal ditambah sepertiganya.Serta:Penggunaan sekering listrik adalah sebagai pengaman dalam suatu rangkaian listrik apabila terjadi kelebihan muatan listrik, bukan sebagai alat intimidasi oleh pengelola (PT PBI) terhadap penghuni The Lavande Residences.

Begitu juga dengan keran meteran air dan kartu akses lift, fungsinya bukan sebagai alat intimidasi pengelola terhadap warga Lavande dengan memutuskan aliran air dan listrik ke unit-unit dan memblokir access lift ke unit warga.

MEMPETISI KE
Pihak Pengelola Apartemen The Lavande Residences beserta Pihak Terkait
Pengurus P3SRS yang Dibentuk oleh Pengelola Apartemen The Lavande Residences
PT PBI/Inner City Selaku Pengelola Apartemen The Lavande Residences
1. Menuntut transparansi penjelasan tarif listrik di Apartemen The Lavande Residences yang di-mark up dan lebih tinggi dari tarif PLN
2. Menghentikan intimidasi terhadap unit warga The Lavande Residences dalam bentuk pemutusan aliran air dan listrik.

Sumber: https://www.change.org/p/pihak-pengelola-apartemen-the-lavande-residences-beserta-pihak-terkait-pengurus-p3srs-yang-dibentuk-oleh-pengelola-apartemen-the-lavande-residences-pt-pbi-inner-city-selaku-pengelola-apartemen-th-menuntut-transparansi-penjelasan-tarif-listrik-di-apar

Intimidasi Pengelola Terhadap Warga Lavande dalam Bentuk Pemutusan Aliran Air dan Listrik

Leave a comment

Telah terjadi di Apartemen The Lavande Residences, pemutusan aliran air dan listrik terhadap Warga Lavande di bulan Ramadhan (Juni-Juli 2015) dimana kebanyakan warga sedang melakukan ibadah puasa. Warga menuntut transparansi dengan meminta penjelasan tarif listrik yang di-mark up, tetapi jawabannya adalah dalam bentuk intimidasi dengan mematikan aliran listrik dan air unit Warga.

Dimanakah letak keadilan??? Dimanakah peran Pemerintah sebagai pemimpin dan pengayom masyarakat???

Penggunaan sekering listrik adalah sebagai pengaman dalam suatu rangkaian listrik apabila terjadi kelebihan muatan listrik, bukan sebagai alat intimidasi oleh pengelola (PT PBI) terhadap penghuni The Lavande Residences.

Begitu juga dengan keran meteran air dan kartu akses lift, fungsinya bukan sebagai alat intimidasi pengelola terhadap warga Lavande.

siluet-demonstrasi

PETISI 5 JUNI 2015 : Pernyataan dan Tuntutan Pemilik dan Penghuni Apartemen The Lavande Residences Berkaitan dengan Penolakan atas Rapat Umum Anggota Perhimpunan beserta Seluruh Keputusannya (Rabu, 13 Mei 2015 di Gedung SMESCO)

Leave a comment

P E T I S I LAVANDE 5 JUNI 2015

P E T I S I   5   J U N I   2 0 1 5

Pernyataan dan Tuntutan Pemilik dan Penghuni Apartemen

The Lavande Residences Berkaitan dengan Penolakan

atas Rapat Umum Anggota Perhimpunan beserta Seluruh Keputusannya

(Rabu, 13 Mei 2015 di Gedung SMESCO)

Kami, para Pemilik dan Penghuni Apartemen the Lavande Residences menyatakan penolakan atas acara Rapat Umum Anggota Perhimpunan beserta seluruh hasilnya pada Rabu, 13 Mei 2015 di Gedung SMESCO yang pelaksanaannya dilakukan oleh Panitia Rapat Umum yang dibentuk secara sepihak oleh Ketua P3SRS bentukan Pengembang (periode 2012-2015) yang dalam penyelenggaraannya dipenuhi dengan manipulasi, ancaman, intimidasi dan tindak kekerasan oleh pihak Panitia dan tim Keamanan yang tidak dikenal terhadap warga Pemilik yang hadir. Rapat Umum ini diselenggarakan tanpa mengindahkan segala masukan maupun teguran dari berbagai pihak, baik para Pemilik dan Penghuni Apartemen the Lavande Residences maupun instansi pemerintahan terkait.

Dengan telah dilangsungkannya Rapat Umum 13 Mei 2015 yang dalam faktanya sangat JAUH dari nilai-nilai dan semangat kejujuran, keadilan, keterbukaan dan demokrasi, pada hari ini, Jumat, 5 Juni 2015, kami menyatakan Petisi ini dan MENUNTUT DISELENGGARAKANNYA KEMBALI RAPAT UMUM yang harus dilaksanakan dengan ketentuan sebagai berikut:

  • Diselenggarakan secara jujur, adil dan demokratis;
  • Bertempat di Apartemen the Lavande Residences;
  • Dilaksanakan BUKAN pada hari dan jam kerja;
  • Mengikutsertakan hanya warga Pemilik dan Penghuni dalam kepanitiaan persiapan Rapat Umum. Tidak ada komponen lain diluar warga Pemilik dan Penghuni dalam susunan kepanitiaan tersebut; dan
  • DILAKUKAN PEMERIKSAAN ATAS SEGALA ASPEK KEPENGELOLAAN DAN KEUANGAN melalui proses audit internal secara menyeluruh selama periode 2010 hingga 2015.

Sampai dengan terlaksananya Rapat Umum Anggota Perhimpunan yang terbuka, adil dan demokratis tersebut hingga terbentuk susunan Pengurus P3SRS yang bermoral luhur, berkomitmen, bersih dan bebas dari kepentingan pihak luar (Pengembang) yang tidak bertanggung jawab, kami akan tetap:

  1. Melakukan pembayaran listrik di tarif yang telah disepakati (Rp. 1,210 per kWh) dan menolak segala denda dan/atau biaya-biaya apapun sesuai hasil pertemuan pada Senin, 23 Juni 2014 antara Warga dengan Ketua P3SRS (periode 2012-2015). Kami menolak membayar dengan tarif Badan Pengelola yang diberlakukan sepihak yang hingga detik ini belum dapat dijelaskan secara transparan asal dasar perhitungannya oleh pihak Pengelola.
  2. Menunda pembayaran Iuran Pengelolaan Lingkungan (IPL) dan menolak segala bentuk denda yang timbul karena penundaan pembayaran iuran ini. Kami akan tetap menunda pembayaran selama Pengurus P3SRS masih merupakan produk Rapat Umum pihak Pengembang.

Apartemen the Lavande Residences adalah rumah bersama seluruh warga Pemilik dan harus diurus secara mandiri, jujur, dan transparan oleh para warga Pemiliknya sendiri.

Anggota Perhimpunan Pemilik dan Penghuni The Lavande Residences

Ibu-ibu Lavande Melawan Security APL di RUTA Lavande 13 Mei 2015 (Youtube.com)

1 Comment

📌 Kami tidak mengakui adanya Rapat ini karena dilaksanakan secara otoriter, penuh intimidasi dan represif yang dilakukan secara terorganisir, terstruktur dan masif;

📌 Kami tidak mengakui keputusan apapun yang diambil dalam Rapat ini karena keputusan-keputusan tersebut diambil secara tidak sah dan melawan hukum sebagaimana diatur dalam Pasal 74, 75, 76 dan 77 Undang-undang Republik Indonesia 20 Tahun 2011 tentang Rumah Susun;

Sumber: https://www.youtube.com/watch?v=RkRta1gC1R0

Sumber: https://www.youtube.com/watch?v=cA0c9K27KWM

Penghuni The Lavande: Pemilihan P3SRS Penuh Rekayasa – Tribunnews.com

Leave a comment

Tribunnews.com » Metropolitan » News

Senin, 18 Mei 2015 23:26 WIB

Penghuni The Lavande: Pemilihan P3SRS Penuh Rekayasa
Kompas.com
The Lavande Residences Tebet
 
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Para pemilik dan penghuni Apartemen The Lavande Residences Tebet, Jakarta Selatan membantah pemilihan Pengurus Perhimpunan Pemilik dan Penghuni Satuan Rumah Susun (P3SRS) berlangsung demokratis. Yang terjadi justru pemilihan pengurus berlangsung penuh rekayasa, intimidasi dan tindakan represif kepada warga pemilik apartemen.Berikut pernyataan resmi pemilik dan penghuni The Lavande seperti disampaikan melalui juru bicaranya, Pratiwi Soediono dalam rilis yang diterima Tribunnews.com.

1. Kami, Pemilik dan Penghuni Apartemen The Lavande Residences Tebet, membantah pemilihan Ketua Perhimpunan Pemilik dan Penghuni Satuan Rumah Susun (P3SRS) Komersial Campuran The Lavande Residences berlangsung secara demokratis.

2. Proses pemilihan ketua P3SRS Apartemen Lavande yang dilakukan pada hari Rabu (13 Mei 2015) di Gedung SMESCO sebagai bagian dari pelaksanaan Rapat Umum Tahunan Anggota (RUTA) Perhimpunan Penghuni dilaksanakan dengan penuh rekayasa, intimidasi, dan tindakan represif kepada warga Pemilik Apartemen.

3. Pelaksanaan cara yang dianggap RUTA kedua oleh oknum Ketua Perhimpunan Penghuni dilaksanakan secara sepihak tanpa mengindahkan :

a. Surat Pernyataan Sikap 100 Pemilik yang menginginkan RUTA dilaksanakan di Apartemen Lavande
b. Surat Keberatan dari 2 orang Pengurus P3SRS
c. Surat Pemberitahuan dari Dinas Perumahan dan Gedung Pemerintah Daerah Provinsi DKI Jakarta yang memberitahukan agar pelaksanaan RUTA dijadwalkan ulang dan dilakukan proses mediasi
d. Undangan Mediasi dari Dinas Perumahan dan Gedung Pemerintah Daerah Provinsi DKI Jakarta (Pengurustidakhadir)

4. Oknum Pengurus P3SRS Apartemen Lavande tetap memaksakan terselenggaranya Acara RUTA tanggal 13 Mei 2015 dikarenakan masa kepengurusannya akan berakhir pada tanggal 15 Mei 2015.

5. Pelaksanaan RUTA kali ini beragendakan Pertangung jawaban untuk Tahun 2012, 2013 dan 2014 karena Pengurus tidak melaksanakan RUTA yang seharusnya tahunan. Tiga RUTA dilaksanakan sekaligus.

6. Berbagai tindakan yang tidak demokratis diantaranya :

a. Oknum Pengurus P3SRS Apartemen Lavande secara sepihak melarang para peserta rapat untuk membawa kamera, alat perekam dan melarang melakukan proses dokumentasi kegiatan RUTA ini. Pelarangan sepihak inilah yang digunakan oleh para Petugas Keamanan sebagai pembenaran untuk melakukan tindakan represif dan intimidatif kepada Para Pemilik Apartemen.
b.Rapat Umum Tahunan dilaksanakan tanpa mengesahkan Tata Tertib Rapat.
c.Pimpinan Rapat (Ketua P3SRS) secara otoriter tidak membolehkan Peserta rapat melakukan verifikasi ulang terhadap peserta rapat, padahal banyak peserta rapat terindikasi fiktif.
Kejanggalan-kejanggalan dari peserta rapat fiktif ini seperti adanya peserta ganda (2 orang mewakili 1 Unit),adanya peserta yangg mengusulkan seseorang sebagai calon ketua tetapi tidak mengetahui orang yang dicalonkan, tidak bisa menunjukkan access card, mengklaim sebagai pemegang kuasa dari nomor unit yang tidak ada di Apartemen Lavande, dsb
d.Mengusir peserta rapat yang tidak sependapat dengan Pimpinan Sidang
e.Aspirasi / Pertanyaan dari Pemilik Apartemen terlalu dibatasi dengan alasan menghemat waktu.
f.Sampai akhir acara, pertanyaan-pertanyaan yang diajukan tertulis tidak pernah dibahas.

7. Bentuk pelanggaran Undang-Undang Nomor 20 tahun 2011 tentang rumah susun pada pelaksanaan RUTA ini, diantaranya:

a.Hak Memilih Pengurus dilaksanakan secara tidak adil berdasarkan NPP ;
b.Peserta rapat penuh rekayasa bukan Pemilik/Penghuni Apartemen Lavandeme lainkan pemegang surat kuasa yang tidak boleh diverifikasi selain oleh pengelola (padahal pengelola bukanlah bagian dari perhimpunan)

8. Bentuk pelanggaran Pergub DKI Nomor 168 Tahun 2014,diantaranya Pengurus yang terpilih tidak berdomisili di Apartemen Lavande.

Sebelumnya, pihak pengurus terpilih yakni dengan Ketua P3SRS Setiarto Haryono dan Sekretaris Aldrien Steven mengklaim rapat umum tersebut berlangsung demokratis.

… (untuk membaca lebih lanjut silakan klik atau tap disini:  http://www.tribunnews.com/metropolitan/2015/05/18/penghuni-the-lavande-pemilihan-p3srs-penuh-rekayasa)

Bukti Bahwa RUTA 13 Mei 2015 Berlangsung Penuh dengan Intimidasi, Represif dan Kekerasan (Youtube.com)

Leave a comment

  • Warga Dianiaya oleh Security Pengembang di RUTA Lavande 13 Mei 2015
    Bagaimana bisa demokratis kalau dalam rapat lebih banyak tindakan anarkis, intimidatif dan represif dari security pihak pengembang di RUTA The Lavande Residences di Smesco, Rabu, 13 Mei 2015 terhadap Warga Pemilik dan Penghuni. Tidak ada Transparansi dalam Kepengurusan dan Kepengelolaan di The Lavande Residences.

Sumber: https://youtu.be/bbZdkQ3Mp50

  • Warga Senior Lavande Didorong Hingga Terjatuh dalam RUTA Lavande 13 Mei 2015
    Bagaimana pemilihan bisa berlangsung secara demokratis kalau cara-cara rapatnya seperti ini. “Tertib” disini artinya dipaksa mengikuti ATURAN TIDAK BENAR mereka. Tentunya warga tidak terima diperlakukan seperti ini.
    RUTA di Gedung Smesco Jalan Gatot Subroto terpilih sebagai Ketua Setiarto Haryono dan Sekretaris Aldrien Steven dengan cara rekayasa negatif. Sangat jauh dari demokratis.

Sumber: https://youtu.be/ijgVknWCoKc

  • Pernyataan Ancaman “Akan Ditarik” oleh Security di RUTA Lavande 13 Mei 2015
    Rapat Umum Anggota di The Lavande Residences yang dilakukan dengan penuh intimidatif dan represif dari awal rapat hingga akhir rapat. Dan seperti inilah bagaimana jumlah security dari pihak pengembang jumlahnya lebih banyak dari Warga Pemilik dan Penghuni yang datang. “Tertib” disini diartikan harus menurut pada apa yang telah ditentukan sepihak oleh pihak P3SRS versi Pengembang!

Sumber: https://youtu.be/d0PSYSVKmSs

Pemilik Apartemen Lavande Tebet Sebut Pemilihan Pengurus P3SRS Tidak Berjalan Demokratis – Tribunnews.com

Leave a comment

Home » Metropolitan » News
Jumat, 15 Mei 2015 10:35 WIB

Pemilik Aparteman Lavande Tebet Sebut Pemilihan Pengurus P3SRS Tidak Berjalan Demokratis

cepi
Suasana Pemilihan Ketua Perhimpunan Pemilik dan Penghuni Satuan Rumah Susun (P3SRS) periode 2015-2018 Apartemen The Lavanda Residences Tebet, Jakarta Selatan yang dijaga ketat security 

 
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Pemilihan Ketua Perhimpunan Pemilik dan Penghuni Satuan Rumah Susun (P3SRS) periode 2015-2018 Apartemen The Lavanda Residences Tebet, Jakarta Selatan yang diklaim pengurus terpilih telah berlangsung secara demokratis, dibantah pemilik dan penghuni.

Warga pemilik dan penghuni apartemen tersebut justru menyebut pemilihan P3SRS Apartemen Lavande Tebet berlangsung tidak demokratis. Pemilik dan penghuni menjadi minoritas dalam rapat tersebut.

Menurut Cepi salah satu pemilik apartemen The Lavanda Residence Tebet kepada Tribunnews.com, Jumat (15/5/2015). pemilihan Ketua P3SRS yang dilakukan hari Rabu lalu ( 13/5/2015) dilakukan dengan penuh intimidasi dan represif terhadap Warga Pemilik dan Penghuni.

Bahkan kata Cepi saat pemilihan dilakukan Jumlah security dari pihak Pengembang jauh lebih banyak daripada Warga Pemilik dan Penghuni murni yang datang. Surat Kuasa yang pemakaiannya tidak sesuai UU No. 20/2011 dipaksakan dipakai untuk voting suara untuk kepentingan.

Salah seorang pemilik dan penghuni apartemen bernama Iwan menyebutkan contoh ketidakdemokratisan saat rapat tersebut.

Yakni menghadirkan pemilih-pemilih siluman atau fiktif, dengan surat kuasa fiktif, atas unit-unit dobel. “Misalnya penghuni C10/19 atas nama Tn Famran. Terbukti mereka tidak dapat menunjukkan kunci unit apartemen miliknya,” jelas Iwan.

Kemudian memaksakan penyelenggaraan rapat umum di luar Apartemen Lavande di hari kerja. Penyelenggara juga mempersulit masuknya penghuni asli ke rapat tersebut.

“Penyelenggara juga mendatangkan ratusan ‘petugas sekuriti’ berperilaku kasar dan agresif yang jelas-jelas bukan pemilik atau penghuni unit apartemen, sehingga menjadikan suasana rapat mencekam dan menghinakan penghuni/pemilik,”lanjut Iwan.

Selain itu, penyelenggara juga mengabaikan hak para pemilik atau penghuni untuk berbicara atau bertanya. Serta Pimpinan rapat berlaku otoriter. “Penyelenggara juga merekayasa hasil penghitungan suara,” jelas Iwan.

Pada saat pemilihan Ketua P3SRS dalam rekaman video yang dikirimkan ke Tribunnews.com. sempat terlihat juga petugas Keamanan yang berada di tempat Rapat Umum ternyata didatangkan dari luar, bukan dari Apartemen the Lavande Residences.

“Tidak ada satupun security yang kami kenal dan mereka berlaku represif dan kasar kepada kami, ada warga pemilik apartemen yang terluka,” jelas Cepi.

Melalui Tribunnews.com warga pemilik dan penghuni menyatakan menolak dan tidak mengakui Rapat Umum Anggota Perhimpunan yang berlangsung pada tanggal 13 Mei 2015 lalu di Gedung SMESCO.

“Dengan ini kami menolak dan tidak mengakui rapat umum tersebut,” jelas Cepi dan Iwan.

Sebelumnya, pihak pengurus terpilih yakni dengan Ketua P3SRS Setiarto Haryono dan Sekretaris Aldrien Steven mengklaim rapat umum tersebut berlangsung demokratis.

… (untuk lebih lengkap silakan dibaca di http://www.tribunnews.com/)

Sumber: http://www.tribunnews.com/metropolitan/2015/05/15/pemilik-aparteman-lavande-tebet-sebut-pemilihan-pengurus-p3srs-tidak-berjalan-demokratis

Older Entries

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 38 other followers