Home

Ibu-ibu Lavande Melawan Security APL di RUTA Lavande 13 Mei 2015 (Youtube.com)

Leave a comment

📌 Kami tidak mengakui adanya Rapat ini karena dilaksanakan secara otoriter, penuh intimidasi dan represif yang dilakukan secara terorganisir, terstruktur dan masif;

📌 Kami tidak mengakui keputusan apapun yang diambil dalam Rapat ini karena keputusan-keputusan tersebut diambil secara tidak sah dan melawan hukum sebagaimana diatur dalam Pasal 74, 75, 76 dan 77 Undang-undang Republik Indonesia 20 Tahun 2011 tentang Rumah Susun;

Sumber: https://www.youtube.com/watch?v=RkRta1gC1R0

Sumber: https://www.youtube.com/watch?v=cA0c9K27KWM

Penghuni The Lavande: Pemilihan P3SRS Penuh Rekayasa – Tribunnews.com

Leave a comment

Tribunnews.com » Metropolitan » News

Senin, 18 Mei 2015 23:26 WIB

Penghuni The Lavande: Pemilihan P3SRS Penuh Rekayasa
Kompas.com
The Lavande Residences Tebet
 
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Para pemilik dan penghuni Apartemen The Lavande Residences Tebet, Jakarta Selatan membantah pemilihan Pengurus Perhimpunan Pemilik dan Penghuni Satuan Rumah Susun (P3SRS) berlangsung demokratis. Yang terjadi justru pemilihan pengurus berlangsung penuh rekayasa, intimidasi dan tindakan represif kepada warga pemilik apartemen.Berikut pernyataan resmi pemilik dan penghuni The Lavande seperti disampaikan melalui juru bicaranya, Pratiwi Soediono dalam rilis yang diterima Tribunnews.com.

1. Kami, Pemilik dan Penghuni Apartemen The Lavande Residences Tebet, membantah pemilihan Ketua Perhimpunan Pemilik dan Penghuni Satuan Rumah Susun (P3SRS) Komersial Campuran The Lavande Residences berlangsung secara demokratis.

2. Proses pemilihan ketua P3SRS Apartemen Lavande yang dilakukan pada hari Rabu (13 Mei 2015) di Gedung SMESCO sebagai bagian dari pelaksanaan Rapat Umum Tahunan Anggota (RUTA) Perhimpunan Penghuni dilaksanakan dengan penuh rekayasa, intimidasi, dan tindakan represif kepada warga Pemilik Apartemen.

3. Pelaksanaan cara yang dianggap RUTA kedua oleh oknum Ketua Perhimpunan Penghuni dilaksanakan secara sepihak tanpa mengindahkan :

a. Surat Pernyataan Sikap 100 Pemilik yang menginginkan RUTA dilaksanakan di Apartemen Lavande
b. Surat Keberatan dari 2 orang Pengurus P3SRS
c. Surat Pemberitahuan dari Dinas Perumahan dan Gedung Pemerintah Daerah Provinsi DKI Jakarta yang memberitahukan agar pelaksanaan RUTA dijadwalkan ulang dan dilakukan proses mediasi
d. Undangan Mediasi dari Dinas Perumahan dan Gedung Pemerintah Daerah Provinsi DKI Jakarta (Pengurustidakhadir)

4. Oknum Pengurus P3SRS Apartemen Lavande tetap memaksakan terselenggaranya Acara RUTA tanggal 13 Mei 2015 dikarenakan masa kepengurusannya akan berakhir pada tanggal 15 Mei 2015.

5. Pelaksanaan RUTA kali ini beragendakan Pertangung jawaban untuk Tahun 2012, 2013 dan 2014 karena Pengurus tidak melaksanakan RUTA yang seharusnya tahunan. Tiga RUTA dilaksanakan sekaligus.

6. Berbagai tindakan yang tidak demokratis diantaranya :

a. Oknum Pengurus P3SRS Apartemen Lavande secara sepihak melarang para peserta rapat untuk membawa kamera, alat perekam dan melarang melakukan proses dokumentasi kegiatan RUTA ini. Pelarangan sepihak inilah yang digunakan oleh para Petugas Keamanan sebagai pembenaran untuk melakukan tindakan represif dan intimidatif kepada Para Pemilik Apartemen.
b.Rapat Umum Tahunan dilaksanakan tanpa mengesahkan Tata Tertib Rapat.
c.Pimpinan Rapat (Ketua P3SRS) secara otoriter tidak membolehkan Peserta rapat melakukan verifikasi ulang terhadap peserta rapat, padahal banyak peserta rapat terindikasi fiktif.
Kejanggalan-kejanggalan dari peserta rapat fiktif ini seperti adanya peserta ganda (2 orang mewakili 1 Unit),adanya peserta yangg mengusulkan seseorang sebagai calon ketua tetapi tidak mengetahui orang yang dicalonkan, tidak bisa menunjukkan access card, mengklaim sebagai pemegang kuasa dari nomor unit yang tidak ada di Apartemen Lavande, dsb
d.Mengusir peserta rapat yang tidak sependapat dengan Pimpinan Sidang
e.Aspirasi / Pertanyaan dari Pemilik Apartemen terlalu dibatasi dengan alasan menghemat waktu.
f.Sampai akhir acara, pertanyaan-pertanyaan yang diajukan tertulis tidak pernah dibahas.

7. Bentuk pelanggaran Undang-Undang Nomor 20 tahun 2011 tentang rumah susun pada pelaksanaan RUTA ini, diantaranya:

a.Hak Memilih Pengurus dilaksanakan secara tidak adil berdasarkan NPP ;
b.Peserta rapat penuh rekayasa bukan Pemilik/Penghuni Apartemen Lavandeme lainkan pemegang surat kuasa yang tidak boleh diverifikasi selain oleh pengelola (padahal pengelola bukanlah bagian dari perhimpunan)

8. Bentuk pelanggaran Pergub DKI Nomor 168 Tahun 2014,diantaranya Pengurus yang terpilih tidak berdomisili di Apartemen Lavande.

Sebelumnya, pihak pengurus terpilih yakni dengan Ketua P3SRS Setiarto Haryono dan Sekretaris Aldrien Steven mengklaim rapat umum tersebut berlangsung demokratis.

… (untuk membaca lebih lanjut silakan klik atau tap disini:  http://www.tribunnews.com/metropolitan/2015/05/18/penghuni-the-lavande-pemilihan-p3srs-penuh-rekayasa)

Bukti Bahwa RUTA 13 Mei 2015 Berlangsung Penuh dengan Intimidasi, Represif dan Kekerasan (Youtube.com)

Leave a comment

  • Warga Dianiaya oleh Security Pengembang di RUTA Lavande 13 Mei 2015
    Bagaimana bisa demokratis kalau dalam rapat lebih banyak tindakan anarkis, intimidatif dan represif dari security pihak pengembang di RUTA The Lavande Residences di Smesco, Rabu, 13 Mei 2015 terhadap Warga Pemilik dan Penghuni. Tidak ada Transparansi dalam Kepengurusan dan Kepengelolaan di The Lavande Residences.

Sumber: https://youtu.be/bbZdkQ3Mp50

  • Warga Senior Lavande Didorong Hingga Terjatuh dalam RUTA Lavande 13 Mei 2015
    Bagaimana pemilihan bisa berlangsung secara demokratis kalau cara-cara rapatnya seperti ini. “Tertib” disini artinya dipaksa mengikuti ATURAN TIDAK BENAR mereka. Tentunya warga tidak terima diperlakukan seperti ini.
    RUTA di Gedung Smesco Jalan Gatot Subroto terpilih sebagai Ketua Setiarto Haryono dan Sekretaris Aldrien Steven dengan cara rekayasa negatif. Sangat jauh dari demokratis.

Sumber: https://youtu.be/ijgVknWCoKc

  • Pernyataan Ancaman “Akan Ditarik” oleh Security di RUTA Lavande 13 Mei 2015
    Rapat Umum Anggota di The Lavande Residences yang dilakukan dengan penuh intimidatif dan represif dari awal rapat hingga akhir rapat. Dan seperti inilah bagaimana jumlah security dari pihak pengembang jumlahnya lebih banyak dari Warga Pemilik dan Penghuni yang datang. “Tertib” disini diartikan harus menurut pada apa yang telah ditentukan sepihak oleh pihak P3SRS versi Pengembang!

Sumber: https://youtu.be/d0PSYSVKmSs

Pemilik Apartemen Lavande Tebet Sebut Pemilihan Pengurus P3SRS Tidak Berjalan Demokratis – Tribunnews.com

Leave a comment

Home » Metropolitan » News
Jumat, 15 Mei 2015 10:35 WIB

Pemilik Aparteman Lavande Tebet Sebut Pemilihan Pengurus P3SRS Tidak Berjalan Demokratis

cepi
Suasana Pemilihan Ketua Perhimpunan Pemilik dan Penghuni Satuan Rumah Susun (P3SRS) periode 2015-2018 Apartemen The Lavanda Residences Tebet, Jakarta Selatan yang dijaga ketat security 

 
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Pemilihan Ketua Perhimpunan Pemilik dan Penghuni Satuan Rumah Susun (P3SRS) periode 2015-2018 Apartemen The Lavanda Residences Tebet, Jakarta Selatan yang diklaim pengurus terpilih telah berlangsung secara demokratis, dibantah pemilik dan penghuni.

Warga pemilik dan penghuni apartemen tersebut justru menyebut pemilihan P3SRS Apartemen Lavande Tebet berlangsung tidak demokratis. Pemilik dan penghuni menjadi minoritas dalam rapat tersebut.

Menurut Cepi salah satu pemilik apartemen The Lavanda Residence Tebet kepada Tribunnews.com, Jumat (15/5/2015). pemilihan Ketua P3SRS yang dilakukan hari Rabu lalu ( 13/5/2015) dilakukan dengan penuh intimidasi dan represif terhadap Warga Pemilik dan Penghuni.

Bahkan kata Cepi saat pemilihan dilakukan Jumlah security dari pihak Pengembang jauh lebih banyak daripada Warga Pemilik dan Penghuni murni yang datang. Surat Kuasa yang pemakaiannya tidak sesuai UU No. 20/2011 dipaksakan dipakai untuk voting suara untuk kepentingan.

Salah seorang pemilik dan penghuni apartemen bernama Iwan menyebutkan contoh ketidakdemokratisan saat rapat tersebut.

Yakni menghadirkan pemilih-pemilih siluman atau fiktif, dengan surat kuasa fiktif, atas unit-unit dobel. “Misalnya penghuni C10/19 atas nama Tn Famran. Terbukti mereka tidak dapat menunjukkan kunci unit apartemen miliknya,” jelas Iwan.

Kemudian memaksakan penyelenggaraan rapat umum di luar Apartemen Lavande di hari kerja. Penyelenggara juga mempersulit masuknya penghuni asli ke rapat tersebut.

“Penyelenggara juga mendatangkan ratusan ‘petugas sekuriti’ berperilaku kasar dan agresif yang jelas-jelas bukan pemilik atau penghuni unit apartemen, sehingga menjadikan suasana rapat mencekam dan menghinakan penghuni/pemilik,”lanjut Iwan.

Selain itu, penyelenggara juga mengabaikan hak para pemilik atau penghuni untuk berbicara atau bertanya. Serta Pimpinan rapat berlaku otoriter. “Penyelenggara juga merekayasa hasil penghitungan suara,” jelas Iwan.

Pada saat pemilihan Ketua P3SRS dalam rekaman video yang dikirimkan ke Tribunnews.com. sempat terlihat juga petugas Keamanan yang berada di tempat Rapat Umum ternyata didatangkan dari luar, bukan dari Apartemen the Lavande Residences.

“Tidak ada satupun security yang kami kenal dan mereka berlaku represif dan kasar kepada kami, ada warga pemilik apartemen yang terluka,” jelas Cepi.

Melalui Tribunnews.com warga pemilik dan penghuni menyatakan menolak dan tidak mengakui Rapat Umum Anggota Perhimpunan yang berlangsung pada tanggal 13 Mei 2015 lalu di Gedung SMESCO.

“Dengan ini kami menolak dan tidak mengakui rapat umum tersebut,” jelas Cepi dan Iwan.

Sebelumnya, pihak pengurus terpilih yakni dengan Ketua P3SRS Setiarto Haryono dan Sekretaris Aldrien Steven mengklaim rapat umum tersebut berlangsung demokratis.

… (untuk lebih lengkap silakan dibaca di http://www.tribunnews.com/)

Sumber: http://www.tribunnews.com/metropolitan/2015/05/15/pemilik-aparteman-lavande-tebet-sebut-pemilihan-pengurus-p3srs-tidak-berjalan-demokratis

Penuh dengan Intimidasi dan Represif: Apartemen The Lavande Residences Tebet Lakukan Pemilihan Ketua P3SRS

Leave a comment

Jpeg

Rapat Umum Tahunan The Lavande Residences Rabu, 13 Mei 2015 ini Penuh dengan Intimidasi dan Represif

SURAT PERNYATAAN SIKAP

PEMILIK APARTEMEN THE LAVANDE RESIDENCES

Kami, Pemilik Apartemen The Lavande Residences (“Lavande”) yang bertanda tangan di bawah ini berikut dalam lampiran menyatakan sebagai berikut:

  1. Bahwa Rapat Umum Tahunan Anggota P3SRS Lavande (“Rapat”) telah dilaksanakan pada hari Rabu, tanggal 13 Mei 2015 di Gedung Smesco, Jl. Jenderal Gatot Soebroto, Jakarta Selatan, dengan cara melawan hukum dimana yang hadir dalam Rapat ini terdapat pemegang surat kuasa yang keabsahannya diragukan karena tidak dilakukan verifikasi antara Panitia dan Pemilik Lavande;
  2. Tata Tertib Rapat tidak dimintakan persetujuan kepada Pemilik Lavande yang hadir sehingga kami menganggap Tata Tertib tersebut tidak dapat digunakan untuk mengatur Rapat, tetapi Pimpinan Rapat pada pukul 16:00 tersebut tetap bersikeras melanjutkan Rapat dengan cara yang penuh intimidasi dan kekerasan. Pertanyaan dan usulan/tanggapan atas jawaban pertanyaan kami tidak diindahkan.
  3. Petugas keamanan yang berada di tempat Rapat ternyata didatangkan dari luar, bukan dari Lavande, sehingga tidak ada satupun yang kami kenal dan mereka berlaku represif dan kasar kepada kami, hingga ada warga Pemilik (Ibu Feby A. Josephine dan Bapak Charli Novitriyanto) terluka.
  4. Proses verifikasi peserta Rapat tidak dilaksanakan sesuai Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga Lavande sehingga akibatnya kami, Pemilik Lavande menjadi minoritas di dalam Rapat, sedangkan Rapat ini adalah Rapat Pemilik Lavande.

Berdasarkan hal-hal tersebut diatas kami simpulkan:

  1. Kami tidak mengakui adanya Rapat ini karena dilaksanakan secara otoriter,penuh intimidasi dan represif yang dilakukan secara terorganisir, terstruktur dan masif;
  2. Kami tidak mengakui keputusan apapun yang diambil dalam Rapat ini karena keputusan-keputusan tersebut diambil secara tidak sah dan melawan hukum sebagaimana diatur dalam Pasal 74, 75, 76 dan 77 Undang-undang Republik Indonesia 20 Tahun 2011 tentang Rumah Susun;
  3. Kami menginginkan Rapat yang diselenggarakan harus sesuai ketentuan Undang-undang yaitu:
    1. Yang memiliki hak suara hanya Pemilik Lavande yang menghuni unitnya.
    2. Para pemegang surat kuasa tidak mempunyai hak suara didalam pemilihan Pengurus P3SRS Lavande.
    3. Yang memiliki hak memilih dan dipilih sebagai Pengurus P3SRS hanyalah Pemilik Lavande yang menghuni unitnya.
    4. Para pemegang surat kuasa hanya berhak atas suara dalam hal menentukan besarnya IPL, besarnya iuran kemasyarakatan dan urusan kemasyarakatan lain.

Demikian surat pernyataan sikap ini kami buat dan kami tanda tangani yang bermaterai cukup untuk  dpergunakan sebagaimana mestinya.

Jakarta, 13 Mei 2015

Pukul: 18:50 WIB

Gedung SMESCO UKM

PEMILIK APARTEMEN THE LAVANDE RESIDENCES

Kami, Pemilik Apartemen The Lavande Residences

Pelaksanaan RUTA di Lavande TIDAK BOLEH Melanggar Undang-undang No. 20 tahun 2011 tentang Rumah Susun

Leave a comment

Pelaksanaan Rapat Umum (baik RUTA ataupun RULB) di The Lavande Residences tidak boleh melanggar ketentuan-ketentuan yang terdapat dalam Undang-undang No. 20 tahun 2011 tentang Rumah Susun. Apabila Rapat Umum Tahunan Anggota  seperti undangan dengan nomor 033/P3SRS/TLR/IV/15 tertanggal 28 April 2015 dibawah ini tidak sesuai dengan ketentuan-ketentuan dalam Undang-undang No. 20 Tahun 2011 tentang Rumah Susun, maka Rapat Anggota tersebut tidak sah dan harus DIBATALKAN demi hukum.

Undangan RUTA versi Pengembang 13 Mei 2015 A Undangan RUTA versi Pengembang 13 Mei 2015 B

WASPADA TERHADAP PEMILIHAN P3SRS YANG PENUH DENGAN ‘TRIK’ (SMESCO, 13 MEI 2015)

Leave a comment

Pemegang Surat Kuasa seperti ini yang akan datang dalam Rapat Umum Anggota di Smesco, 13 Mei 2015 nanti:

Pemegang Surat Kuasa RUTA

Akankah terjadi lagi di The Lavande Residences hal-hal sebagai berikut:

Rapat Umum yang diadakan di Gedung Smesco Indonesia lantai 4 Ruang Serbaguna Nareswara Jl. Gatot Subroto Kav. 94 Jakarta Selatan seperti undangan dalam link ini (klik disini) undangan rapat umum 16 Mei 2012 pukul 16:00 – 20:00 dimaksudkan untuk membentuk suatu perhimpunan yang akan menentukan anggaran dasar belanja Apartement The Lavande Residences. Namun Rapat tersebut sudah di kontrol, disetir, bahkan dikuasai oleh suatu kelompok orang dari Developer.

Kejanggalan yang terjadi adalah:

1. Peserta rapat banyak dihadiri oleh orang yang hanya merupakan suruhan atau bayaran untuk mengambil suara dalam Pemilihan PPRSRS. Orang- orang tersebut memakai name tag yang mewakili unit-unit apartemen dengan surat kuasa (secara refleks penjaga didepan meminta surat kuasa, padahal kami adalah penghuni/pemilik langsung. Berarti banyak dari mereka masuk dengan surat kuasa yang entah bagaimana cara mendapatkannya). Jumlah mereka mempunyai persentase yang lebih besar dari pada orang yang merupakan pemilik/penghuni yang memiliki unit apartemen langsung, lebih dari setengah yang hadir saat itu. Hal ini kami rasakan waktu memasuki ruangan rapat. Kami datang 1 jam sebelum waktu rapat dimulai (walau kenyataannya rapat diundur hingga lebih dari 1 jam), di empat baris di depan telah diisi oleh orang-orang yang terlihat telah akrab diantara mereka, tetapi beberapa penghuni generasi pertama tinggal di The Lavande Residences mengatakan tidak pernah bertemu muka dengan mereka semua. Bahkan ada diantara mereka yang berteriak sinis terhadap penghuni yang cukup terkenal di lingkungan The Lavande Residences (beliau sebagai ketua serikat pekerja perbankan di Indonesia). Cukup janggal bagi kami apabila mereka berteriak tidak sopan terhadap penghuni senior yang telah kami kenal sangat baik. Menurut logika kami tidak mungkin penghuni asli yang tinggal di Lavande akan melakukan ini. Kalaupun memberikan kuasa tentunya tidak akan ke orang-orang seperti itu.

Telah jelas peserta rapat yang tidak kami kenali tersebut tidak akan mewakili kepentingan penghuni. Berikut adalah foto suasana pertama kali kami memasuki ruangan rapat yang disambut dengan musik yang sangat keras sehingga kami kesulitan apabila ingin berbicara dengan teman-teman kami. Akhirnya lokasi tempat duduk terbagi dua antara penghuni/pemilik asli The Lavande Residences dan penghuni “instan” yang merupakan wakil dari developer. Dan tentunya penghuni “instan” ini jauh lebih banyak daripada penghuni/pemilik asli unit The Lavande Residences.

2. Sebelum rapat ini diadakan, Pengelola Sementara Apartemen tersebut telah membagikan surat kuasa pemilihan PPRSRS. Surat kuasa ini dapat disalahgunakan apabila tanpa nama orang yang dikuasakan dan para pemilik ataupun penghuni dipaksa untuk menandatangani surat tersebut. Hal ini telah terjadi terhadap tetangga kami sesama penghuni The Lavande Residences.

3. Terdapat kejadian kehadiran penghuni / pemilik yang kami kenal baik mendapatkan masalah sewaktu akan memasuki ruangan rapat umum. Dengan alur yang dibuat rumit dan suasana mencekam (penuh dengan security yang seakan-akan peserta rapat semuanya akan melakukan kejahatan). Penghuni tersebut dilarang masuk dengan cara meng-intimidasi dengan meminta mereka untuk memasuki ruangan khusus yang telah mereka sediakan. Tentu saja kami tidak tinggal diam. Dengan permasalahan yang tidak pokok dan bagi kami pemilihan ketua PPPSRS ini setara dengan pemilihan ketua RT/RW ini, sampai-sampai penghuni yang sesungguhnya tidak diijinkan masuk adalah sangat keterlaluan.  Memang pada akhirnya kami dapat memasuki ruangan tetapi dengan cara kekerasan. Ini yang sangat kami sayangkan. Sepertinya terdapat perlakuan khusus bagi penghuni yang cukup vokal membela hak-haknya. Sebenarnya para penghuni yang datang ini adalah untuk membela kepentingan mereka sendiri atas hak-hak yang mereka miliki sendiri. Mengapa harus dipersulit?

Berikut adalah alur registrasi yang dibuat sedemikian rumitnya. Bagi kami rapat umum ini setara dengan rapat pemilihan RT/RW yang seharusnya tidak perlu dibuat serumit dan semencekam seperti saat itu.

4. Calon-calon ketua PPPSRS tidak diketahui sampai pada saat detik – detik pemilihan tersebut diadakan, bahkan waktu yang diberikan pada pemilik/penghuni untuk mengajukan calon-calonnya hanya ada beberapa menit saja. Sedangkan dari pihak developer sudah menyiapkan calon-calon dari mereka sendiri jauh hari sebelumnya tanpa sepengetahuan kita.

Gambar berikut adalah pembukaan rapat umum yang banyak dipertanyakan dan ditentang oleh para penghuni asli The Lavande Residence.  Tetapi semua proses ini seperti didukung bulat-bulat oleh penghuni “instan”. Karena skenarionya memang sudah direncanakan jauh-jauh hari sebelumnya.

5. Pada saat penentuan calon ketua, bendahara dan sekretaris PPPSRS, para pemilik / penghuni hanya mempunyai waktu yang sangat singkat untuk memilih calon-calon yang ada. Terbagi menjadi 3 paket kandidat. Sedangkan profile, misi dan visi kerja para calon hanya dari penghuni asli yang cukup jelas. Kandidat dari developer bahkan tidak menyampaikan visi dan misinya. Bisa dibayangkan apabila visi dan misi yang diinginkan oleh penghuni dapat diakomodir oleh pihak developer tentunya tidak perlu terjadi  pemilihan PPPSRS yang penuh dengan trik ini.

6. Hasil dari pemilihan tersebut memang dimenangkan oleh calon dari developer dengan perolehan yang cukup jauh lebih dari 76 % (developer memiliki software yang memang telah dirancang untuk kegiatan perhitungan suara seperti ini). Logikanya apabila peserta rapat adalah benar-benar penghuni tentunya akan memilih kandidat yang lebih banyak dikenal dilingkungannya. Apalagi banyak dari peserta memegang surat kuasa yang tentunya tidak setiap hari berada di lingkungan apartemen. Tetapi calon dari developer yang untuk pertama kalinya kami bertemu dapat memenangkan suara dengan perbandingan yang sangat signifikan.

7. Semuanya berlangsung begitu cepat seperti sudah dipersiapkan jauh-jauh hari sebelumnya. Pimpinan Rapat (ketua PPPSRS baru yang dipilih oleh developer) hanya membacakan hasil-hasil rapat yang sebenarnya sudah mereka persiapkan jauh hari sebelumnya. Setiap saran atau excuse yang muncul pada saat rapat diabaikan, semua alasannya waktu yang sedikit, notaris mengatakan sah, pimpinan rapat mengatakan sah. Pemilik / penghuni tidak dianggap dalam rapat tersebut. Jadi buat apa pemilik / penghuni menghadiri rapat tersebut hanya untuk mendengarkan saja, tetapi tidak boleh bersuara. Padahal namanya rapat seharusnya mendengarkan, memikirkan pendapat dari peserta rapat; bukan pesertanya yang disuruh mendengarkan saja!

8. Tidak ada wartawan yang diundang meliput acara tersebut, bahkan peserta tidak diperbolehkan membawa perekam, kamera dan sebagainya.

Suatu panggung sandiwara yang sangat kasar, “Aneh tapi Nyata” oleh segelintir orang yang mempunyai uang untuk membeli kuasa telah terjadi lagi di dunia rumah susun Indonesia.

Kami dari para pemilik / penghuni sudah memiliki komunitas yang sudah menyadari akan hal ini dan memiliki cara tersendiri untuk menghadapi PPPSRS yang tidak berpihak kepada penghuni.

Older Entries

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 31 other followers